Institut Kemandirian Nusantara Gelar Seminar Nasional Bahas Dinamika Geopolitik Global dan Stabilitas Ekonomi Nasional
Pandeglang, 14 Juni 2026 – Institut Kemandirian Nusantara (IKNUS) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Dinamika Geopolitik Global dan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional”. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi, pemerintah, mahasiswa, serta pelaku dunia usaha untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia di tengah ketidakpastian global.


Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Kemandirian Nusantara, Dr. Pryo Handoko, M.M., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa dinamika geopolitik global saat ini telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari perdagangan internasional, stabilitas energi, transformasi digital, hingga ketahanan ekonomi nasional. Beliau menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan berbasis data dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna menghadapi tantangan global. Selain itu, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam menghasilkan kajian ilmiah, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa.
Kegiatan seminar menghadirkan tiga narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Ekko Harjanto, S.H., M.M., M.H., Asisten Deputi Fasilitasi Perdagangan dan Peningkatan Ekspor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, memaparkan berbagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya risiko geopolitik global. Dalam paparannya dijelaskan bahwa ekonomi global diproyeksikan mengalami perlambatan pada tahun 2026 akibat konflik geopolitik, kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, dan volatilitas pasar keuangan. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang cukup kuat dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama tahun 2026, didukung oleh konsumsi domestik, investasi yang meningkat, serta kondisi fiskal yang relatif terjaga.
Lebih lanjut, pemerintah juga terus mendorong peningkatan investasi, penguatan kerja sama perdagangan internasional, serta implementasi berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat daya saing nasional dan memperluas akses pasar ekspor Indonesia.
Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc., Guru Besar Universitas Lampung dan Senior Economist INDEF, menyoroti pentingnya ketahanan pangan, penguatan sektor pertanian, serta strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan lanskap ekonomi global. Beliau menekankan bahwa sektor pangan dan sumber daya domestik harus menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Sementara itu, narasumber ketiga, Ajib Hamdani, S.E., Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, menyampaikan perspektif dunia usaha terkait strategi menghadapi ketidakpastian global. Menurutnya, peningkatan daya saing investasi, penguatan sistem data dan mitigasi risiko geopolitik, diversifikasi pasar ekspor, serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program reskilling dan multiskilling juga menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Melalui seminar ini, IKNUS berharap dapat menjadi ruang dialog produktif yang mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berbagi gagasan serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Seminar ini juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha demi mendukung pembangunan nasional yang tangguh dan berdaya saing.
Tentang IKNUS
Institut Kemandirian Nusantara merupakan perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia unggul, penelitian berkualitas, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
