TRANSFORMASI PENGENTASAN KEMISKINAN: PASCASARJANA IKNUS GELAR SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS 2026
PANDEGLANG – Fakultas Pascasarjana Institut Kemandirian Nusantara (IKNUS) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Papers Pascasarjana IKNUS Tahun 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Aula Hotel Horison Altama, Pandeglang.
Kegiatan ilmiah ini mengangkat tema:
“Transformasi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Tata Kelola Kolaboratif dan Inovasi Ekonomi Inklusif melalui Pemberdayaan Berkelanjutan Menuju Indonesia Berdaya 2029.”
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kontribusi akademik IKNUS dalam mendorong lahirnya gagasan, kebijakan, dan strategi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada penurunan angka kemiskinan, tetapi juga pada pembangunan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tata kelola kolaboratif dan inovasi ekonomi inklusif, pengentasan kemiskinan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.







Sinergi Kebijakan dan Komitmen Pembangunan
Seminar Nasional dan Call for Papers Pascasarjana IKNUS 2026 dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Kemandirian Nusantara. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Perguruan tinggi, menurutnya, tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi kepemimpinan, inovasi, penelitian, dan gagasan konstruktif yang memberikan dampak nyata terhadap pembangunan nasional.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang diwakili oleh Plt. Asisten Daerah II Kabupaten Pandeglang, Hasan Bisri, S.E., M.Si. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Hadirkan Tokoh Pemerintahan, Daerah, dan Akademisi
Seminar Nasional Pascasarjana IKNUS 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan akademisi. Para narasumber menyampaikan pandangan strategis serta pengalaman empiris terkait pembangunan kesejahteraan, pemberdayaan masyarakat, tata kelola publik, dan ekonomi inklusif.
Narasumber utama yang hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu:
H. Embay Mulya Syarief
Deklarator Pendiri Provinsi Banten
H. Embay Mulya Syarief menyampaikan materi bertajuk “Perkembangan Provinsi Banten dalam Perspektif Pembangunan Kesejahteraan.”
Dalam paparannya, beliau mengulas perjalanan pembangunan Provinsi Banten sejak terbentuk sebagai daerah otonom. Pembentukan Provinsi Banten pada dasarnya memiliki semangat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.
Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah utara yang berkembang melalui sektor industri dan wilayah selatan yang memiliki potensi besar di sektor agraris, maritim, pariwisata, serta sumber daya lokal.
Menurutnya, pembangunan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan potensi setiap wilayah agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.
Prof. Dr. Martani Huseini, M.Sc.
Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia
Prof. Dr. Martani Huseini, M.Sc. membahas pentingnya penguatan kapasitas organisasi publik serta inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
Dalam menghadapi tantangan pembangunan dan ekonomi inklusif, organisasi publik dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menciptakan inovasi dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Penguatan kapasitas kelembagaan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Interkoneksi Jaminan Sosial dan Graduasi Kemiskinan
Selain menghadirkan narasumber utama, Seminar Nasional Pascasarjana IKNUS 2026 juga diperkaya dengan paparan ilmiah dari Dr. dr. Mahesa Paranadipa Maikel, M.H., MARS, selaku Ketua Komisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Republik Indonesia.
Dalam materi berjudul “Interrelasi dan Interkoneksi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Kemiskinan Nasional,” Dr. Mahesa menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang jaminan sosial.
Menurutnya, jaminan sosial tidak semata-mata dipahami sebagai bentuk bantuan sosial yang bersifat karitatif, melainkan sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara serta investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Jaminan sosial memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat dari berbagai risiko sosial dan ekonomi yang dapat menyebabkan kerentanan maupun kemiskinan.
Berdasarkan data yang dipaparkan hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 98,6 persen atau sekitar 284,3 juta jiwa. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan struktural, di antaranya sekitar 52,9 juta peserta nonaktif serta kurang lebih 65 juta pekerja sektor informal yang belum mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Paparan tersebut menunjukkan bahwa perluasan perlindungan sosial masih menjadi pekerjaan besar dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Lebih lanjut, hasil kajian empiris yang dipaparkan dalam seminar menunjukkan bahwa intervensi jaminan sosial memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. Intervensi tersebut disebut mampu mencegah penurunan kondisi ekonomi bagi 4,21 juta rumah tangga akibat risiko kehilangan kepala keluarga serta memberikan perlindungan konsumsi yang signifikan bagi kelompok masyarakat pada desil ekonomi terbawah.
Tiga Tahapan Menuju Kemandirian Masyarakat
Dalam konteks pengentasan kemiskinan, Dr. Mahesa juga menjelaskan pentingnya proses graduasi kemiskinan yang diarahkan pada terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat secara permanen.
Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu:
Protect, yaitu memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui berbagai skema jaminan sosial dan perlindungan sosial.
Prevent, yaitu melakukan pencegahan terhadap risiko kemiskinan melalui penguatan keterampilan, pelatihan kerja, program vokasi, dukungan modal usaha, serta berbagai intervensi produktif lainnya.
Transform, yaitu mendorong masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu berkembang menjadi individu maupun kelompok masyarakat yang produktif dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan.
Keberhasilan proses tersebut membutuhkan dukungan interoperabilitas data lintas sektor yang akurat, terintegrasi, dan mampu memberikan informasi secara tepat waktu. Dengan integrasi data yang baik, kebijakan dan program pemberdayaan dapat lebih tepat sasaran serta mampu menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Komitmen IKNUS dalam Mendorong Masyarakat Berdaya
Melalui Seminar Nasional dan Call for Papers Pascasarjana IKNUS Tahun 2026, Institut Kemandirian Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pemikiran, penelitian, dan inovasi yang relevan dengan persoalan pembangunan nasional.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara akademisi, pemerintah, praktisi, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat untuk memperkuat pertukaran gagasan serta menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Seminar Nasional Pascasarjana IKNUS 2026 juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan tata kelola kolaboratif, kebijakan yang terintegrasi, inovasi ekonomi yang inklusif, serta pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, IKNUS berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin mandiri, produktif, inklusif, dan berdaya menuju Indonesia Berdaya 2029.
Pascasarjana IKNUS – Membangun Kemandirian, Menguatkan Kolaborasi, dan Menggerakkan Perubahan untuk Indonesia Berdaya.
